Keterampilan Dasar Mengajar

KETERAMPILAN BERTANYA

Pertanyaan adalah segala pernyataan yang menginginkan tanggapan verbal (lisan). Keterampilan bertanya bagi seorang guru sangatlah penting dalam proses pembelajaran. Beberapa fungsi keterampilan bertanya bagi seorang guru dalam proses pembelajaran diantaranya untuk memusatkan perhatian siswa pada pembelajaran, mendiagnosis kesulitan siswa dalam belajar, membuat siswa terlibat aktif dalam pembelajaran, mengembangkan proses berfikir siswa dan lain-lain.

Keterampilan bertanya dikelompokan menjadi dua bagian yaitu keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya lanjut. Adapun komponen-komponen keterampilan bertanya terdiri dari:

1.     Keterampilan bertanya dasar

a.     Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat

Gunakan pertanyaan yang singkat dan jelas serta struktur kalimat yang sederhana dan kata-kata yang sudah dikenal oleh para siswa sehingga mudah dipahami oleh para siswa.

Contoh:

1).     Sebutkan pola-pola kalimat yang menyusun kata-kata menjadi kalimat yang utuh!

2).     Kalimat terdiri dari pola kalimat, sebutkan!

Dari dua contoh pertanyaan di atas, kalimat kedua nampak lebih singkat dan jelas dan dapat dipahami oleh siswa.

b.       Pemberian acuan

Dalam keterampilan bertanya, pemberian acuan digunakan untuk memberikan informasi tentang pertanyaan yang diajukan. Dengan informasi tersebut, siswa mampu menjawab pertanyaan yang kita ajukan dengan tepat. Pemberian acuan biasanya ditempatkan sebelum pertanyaan. Contoh acuan dalam keterampilan bertanya misalnya “Perhatikan contoh berikut!”

c.       Pemusatan

Pertanyaan dibagi menjadi pertanyaan luas dan pertanyaan sempit. Pertanyaan luas menuntut jawaban yang luas dan umum. Sedangkan pertanyaan sempit menuntut jawaban yang khusus dan spesifik. Oleh  karena itu, pertanyaan sempit membutuhkan pemusatan.

Contoh :

Perhatikan kalimat berikut! Diantara pola kalimat, kata yang menunjukan subjek yaitu …..

d.       Pemindahan giliran

Pemindahan giliran berfungsi terutama untuk meningkatkan interaksi belajar siswa sehingga semua siswa dalam kelas terlibat dalam proses pembelajaran. Keterampilan bertanya ini biasanya dalam bentuk pertanyaan komplek sehingga membutuhkan jawaban dari beberapa siswa untuk melengkapinya. Pemindahan giliran dilakukan kepada siswa pertama yang diberi pertanyaan, kemudian dilanjutkan kepada beberapa siswa lain untuk melengkapinya.

e.       Penyebaran

Penyebaran dalam keterampilan bertanya sama halnya dengan pemindahan giliran. Namaun, pada penyebaran lebih mengutamakan penyebaran kepada seluruh siswa di kelas sehingga setiap siswa selalu siap untuk memdapat pertanyaan yang diajukan oleh guru.

f.       Pemberian waktu berfikir

Keterampilan bertanya ini dilakukan agar semua siswa berfikir untuk mencari jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh guru. Pertanyaan lebih dulu diajukan sebelum menunjuk siswa untuk menjawab, sehingga semua siswa berfikir untuk mencari jawabannya. Setelah beberapa saat pertanyaan diajukan, kemudian guru menunjuk salah seorang siswa untuk memjawabnya.

g.       pemberian tuntunan

Pemberian tuntunan dilakukan jika siswa tidak mampu atau belum tepat dalam menjawab pertanyaan. Pemberian tuntunan dilakukan dengan beberapa cara misalnya dengan memparafrase, yaitu dengan cara mengungkapkan kembali pertanyaan dengan kalimat yang lebih sederhana sehingga dapat dipahami oleh siswa.

Contoh:

Jelaskan sifat air bentuknya sesuai dengan tempatinya!

Jika siswa diam tidak ada yang mejawab, maka guru mengungkapkan kembali pertanyaan “ jika air dalam gelas maka bentuknya seperti … “

Cara pemberian tuntunan bisa juga dilakukan dengan mengajukan pertanyaan yang lebih sederhana yang menuntun siswa menemukan jawabannya.

Contoh:

Sebutkan sifat-sifat benda padat!

Jikan siswa tidak bisa menjawab, tuntunan yang diberikan kepada siswa untuk menemukan jawabannya yaitu:

–         batu merupakan benda padat. Apakah batu dapat kita lihat?

–         apakah batu dapat kita pegang?

–         bagaimana bentuk batu jika dipindahkan dari meja ke ember, apakah bentuknya tetap atau berubah?

Cara lainnya dalam memberikan tuntunan yaitu mengulangi penjelasan atau informasi sebelumnya yang digunakan sebagai acuan yang berkaitan dengan pertanyaan yang diajukan.

2.       Keterampilan bertanya lanjut

Komponen keterampilan bertanya lanjut terdiri atas:

a.       Pengubahan tuntunan kognitif dalam menjawab pertanyaan

keterampilan bertanya ini, guru mengajukanpertanyaan dengan menerapkan tingkat kognitif tinggi sebagaimana taksonomi Bloom pada ranah kognitif yaitu ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Keterampilan bertanya ini diarahkan pada kemampuan siswa yang bersifat pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Kata Tanya yang digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa pada tingkat kognitif tinggi diantaranya “mengapa, bagaimana pendapatmu, jelaskan, uraikan”.

b.       Pengaturan urutan pertanyaan

pengaturan urutan pertanyaan disesuaikan dengan tingkat kognitif siswa, dimulai dari tingkat kognitif rendah sampai dengan tingkat kognitif tinggi. Pertanyaan dimulai dari kemampuan ingtan, kemudian dilanjutkan pada tingkat yang lebih tinggi yaitu pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Pertanyaan yang tidak berurutan sesuai dengan tingkat kemampuan kognitif siswa tidak dibenarkan.

Contoh pertanyaan yang digunakan diawalai pada tingkat ingatan dengan kata Tanya apa, siapa dimana, berapa. Kemudian dilanjutkan pada tingkat kognitif tinggi dengan menggunakan kata Tanya mengapa, bagaimana, jelaskan dan berikan contohnya, uraikan, dan lain sebagainya.

c.       Penggunaan pertanyaan pelacak

pertanyaan pelacak digunakan jika pertanyaan tingkat kognitif tinggi yang diajukan guru bisa dijawab, akan tetapi jawabannya kurang tepat. Pertanyaan pelacak dapat dilakukan dengan cara:

1).      Meminta klarifikasi jika pertanyaan tersebut kurang jelas atau dengan menggunakan kalimat yang kabur;

2).     Meminta siswa memberi alasan;

3).     Meminta kesepakatan pandangan siswa lain dengan cara setuju atau tidan setuju dan masing-masing memberikan alasannya;

4).     Meminta ketepatan jawaban jika jawaban siswa kurang tepat atau kurang sempurna dengan cara siswa melengkapi jawabannya dibantu oleh guru dengan menggunakan pertanyaan pelacak.

5).     Meminta jawaban yang lebih relevan

6).      Meminta siswa untuk memberikan contoh konkrit dari jawabannya

7).      Meminta jawaban yang lebih komplek.

d.       Peningkatan terjadinya interaksi

keterampilan bertanya ini digunakan untuk meningkatkan keterlibatan mental intelektual siswa secara maksimal. Peningkatan terjadinya interaksi dapat dilakukan dengan cara:

1).      Siswa diminta untuk mendiskusikan jawaban dari pertanyaan guru dalam bentuk pasangan atau kelompok kecil;

2).      Mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan, dalam hal ini tidak hanya guru yang bertanya.

3).      Jikan siswa ada yang bertanya, kesempatan untuk menjawab diberikan kepada siswa lain dan dikomentari oleh seluruh siswa dalam kelas sehingga terjadi interaksi antarsiswa.

KETERAMPILAN MEMBERI PENGUATAN

Penguatan adalah respon yang diberikan terhadap prilaku atau perbuatan yang dianggap baik, yang dapat membuat terulangnya atau meningkatnya perilaku /perbuatan yang dianggap baik tersebut. Penguatan dibedakan menjadi dua jenis yaitu penguatan verbal dan penguatan nonverbal.

1.             Penguatan verbal  (lisan atau ucapan)

Penguatan verbal diberikan dengan menggunakan kata-kata atau kalimat. Kata-kata atau komentar tersebut berupa komentar, puian, dukungan, pengakuan, atau dorongan yang diharapkan dapat meningkatkan tingkah laku dan penampilan siswa.

Contoh :

a.       Dalam bentuk kata-kata : bagus !, luar biasa!, betul!, tepat sekali! Dan lain sebagainya.

b.       Dalam bentuk kalimat : Rapih sekali hasil pekerjaanmu, kamu memang anak yang kreatif!

2.       Penguatan non-verbal

Penguatan nonverbal dilakukan selain dengan menggunakan kata-kata atau kalimat. Penguatan nonverbal dapat dilakukan dengan cara :

a.      mimik atau gerak badan

mimik atau ekspresi dan gerakan badan bagi seorang guru ketika mengajar memperlihatkan kemaherannya guru tersebut dalam melakukan pembelajaran. Senyuman, anggukan, tepukan tangan, acungan jempol ketika menanggapi siswa merupakan penguatan dan akan sangat berarti bagi siswa tersebut.

b.      gerak mendekati

dalam proses pemelajaran, guru tidak hanya berdiam diri di depan kelas. Akan tetapi guru bergerak dan sewaktu-waktu mendekati siswa atau sekelompok siswa dan memberikan komentar serta tanggapan atas pekerjaan siswa. Dengan cara seperti itu, siswa akan merasa diperhatikan ketika proses pembelajaran berlangsung.

c.       sentuhan

menepuk-nepuk pundak siswa, mengelus ramput, atau mengangkat tangan siswa merupakan salah satu bentuk penguatan yang dapat dilakukan oleh guru. Akan tetapi harus dilakukan pada saat dan kondisi yang tepat.

d.       kegiatan yang menyenangkan

siswa akan senang jika diberi kesempatan untuk melakukan apa yang digemarinya atau yang mempuat dia berprestasi, misalnya siswa yang pandai matematika diberi kesempatan untuk mengerjakan soal yang diberikan guru di depan kelas atau di suruh membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar.

e.       pemberian symbol atau benda

pemberian simbol dapat digunakan sebagai penguatan. Symbol yang digunakan misalnya dapat berupa ceklis, pemberian gambar bintang bagi siswa yang mampu semua pertanyaan yang diberikan guru, atau berupa hadiah yang harganya tidak terlalu mahal akan tetapi mampu membuat siswa merasa bangga dengan keberhasilannya.

f.       peguatan tak penuh

penguatan tak penuh diberikan kepada siswa jika jawaban siswa kurang tepat atau kurang lengkap.

Contoh: “jawabanmu sudah betul, tapi kurang lengkap karena tidak menyebutkan contoh sesuai dengan yang ditanyakan!”

KETERAMPILAN MENGADAKAN VARIASI

Komponen-komponen keterampikan mengadakan variasi terdiri atas :

1.       Variasi gaya mengajar

a.       variasi suara

b.      pemusatan perhatian

c.       kesenyapan

d.       mengadakan kontak pandang

e.       gerak badan dan mimic

f.       perubahan dalam posisi guru

2.       Variasi pola interaksi dan kegiatan

a.      kegiatan klasikal

b.      kegiatan kelompok kecil

c.      kegiatan berpasangan

d.      kegiatan perorangan

3.       Variasi penggunaan alat bantu pengajaran

a.      alat bantu yang dapat dilihat

b.      alat bantu yang dapat didengar

c.      alat bantu yang dapat diraba dan dimanipulasi

KETERAMPILAN MENJELASKAN

Komponen-komponen keterampilan menjelaskan terdiri dari :

1.       Keterampilan merencanakan penjelasan

a.      merencanakan isi pesan (materi)

b.      menganalisis karakteristik penerima pesan

2.       Keterampilan menyajikan penjelasan

a.      kejelasan

b.      penggunaan contoh dan ilustrasi

c.       pemberian tekanan

d.      balikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s